Saturday, January 5, 2008

KILOMETER NOL : 15

KILOMETER NOL : 15

Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA, SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM



Image hosted by Photobucket.com

DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.



WASSALAM
RACHMAD YULIADI NASIR
rachmad_poltektk93 at yahoo dot com

www.sabangfreeport.blogspot.com
www.rachmadpoltektk93.blogspot.com

KILOMETER NOL : 14

KILOMETER NOL : 14

Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA, SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM



Image hosted by Photobucket.com

DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.



WASSALAM
RACHMAD YULIADI NASIR
rachmad_poltektk93 at yahoo dot com

www.sabangfreeport.blogspot.com
www.rachmadpoltektk93.blogspot.com

KILOMETER NOL : 13

KILOMETER NOL : 13

Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA, SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM



Image hosted by Photobucket.com

DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.



WASSALAM
RACHMAD YULIADI NASIR
rachmad_poltektk93 at yahoo dot com

www.sabangfreeport.blogspot.com
www.rachmadpoltektk93.blogspot.com

KILOMETER NOL : 12

KILOMETER NOL : 12

Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA, SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM



Image hosted by Photobucket.com

DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.



WASSALAM
RACHMAD YULIADI NASIR
rachmad_poltektk93 at yahoo dot com

www.sabangfreeport.blogspot.com
www.rachmadpoltektk93.blogspot.com

KILOMETER NOL : 11

KILOMETER NOL : 11

Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA, SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM



Image hosted by Photobucket.com

DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.



WASSALAM
RACHMAD YULIADI NASIR
rachmad_poltektk93 at yahoo dot com

www.sabangfreeport.blogspot.com
www.rachmadpoltektk93.blogspot.com

KILOMETER NOL (10) : KOTA SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM, REPUBLIK INDONESIA

KILOMETER NOL (10) : KOTA SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM, REPUBLIK INDONESIA


Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA, SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM



Image hosted by Photobucket.com

DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.


GEOGRAFIS KOTA SABANG-NAD, REPUBLIK INDONESIA
Wilayah administrasi Kota Sabang, secara geografis, terletak di antara 95° 13' 02" dan 95° 22' 36" Bujur Timur, dan antara 05° 46' 28" dan 05° 54' 28" Lintang Utara. Dari segi geografis Indonesia, wilayah Kota Sabang merupakan wilayah administratif paling barat, dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Thailand dan India.
Wilayah Kota Sabang dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.
Kota Sabang terdiri atas 5 (lima) buah pulau yaitu Pulau Weh (121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2). Di Pulau Weh terdapat sebuah danau air tawar bernama Aneuk Laot.
Keadaan topografi Kota Sabang pada umumnya bergelombang, berbukit-bukit sedang sampai curam dan di sepanjang pantai penuh dengan batu-batuan. Topografis wilayah secara umum terbagi menjadi 3% dataran rendah, 10% dataran bergelombang, 35% berbukit, dan 52% berbukit sampai bergunung.
Pulau Weh merupakan sebuah pulau vulkanik, sebuah pulau atol (pulau karang) yang proses terjadinya mengalami pengangkatan dari permukaan laut. Proses terjadinya dalam tiga tahapan, terbukti dari adanya tiga teras yang terletak pada ketinggian yang berbeda.
Umumnya Pulau Weh terdiri atas dua jenis batuan, yaitu tuf marina dan batuan inti. Tuf marina dijumpai hampir sepanjang pantai sampai pada ketinggian 40 sampai 50 meter. Lapisan tuf yang terlebar didapat di sekitar kota Sabang, di bagian pantai berlapis sempit. Batuan sempit adalah batuan vulkanik yang bersifat andesitik.
Berdasarkan wilayah, tampak bahwa wilayah Barat pulau Weh terdapat topografi paling berat. Mulai dari Sarong Kris sebagai puncak tertinggi di sebelah Timur, terdapat tiga barisan punggung yang berjolak menuju ke Barat Laut, sehingga lembah-lembah yang ada di antara punggung itu sempit.
Topografi di sebelah Timur terdapat sebuah pegunungan yang arahnya dari Utara ke Selatan yang memisahkan Pulau Weh Timur dengan bagian lainnya. Gunung Leumo Mate merupakan puncak yang tertinggi. Di bagian ini terdapat lapisan tuf marina yang lebih besar. Di antara bagian Barat dan Timur terdapat aliran dua buah sungai, yaitu Sungai Pria Laot dan Sungai Raya. Daerah ini merupakan sebuah slenk dari sebuah fleksun (patokan yang tidak sempurna).
Kondisi geologis wilayah ini terdiri dari 70% batuan vulkanis (andesite), 27% batuan sedimen (line stone dan sand stone), dan 3% endapan aluvial (recent deposit).
Pulau Weh mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan lazimnya jatuh pada bulan September sampai Pebruari. Musim kemarau pada bulan Maret hingga bulan Agustus. Menurut hasil pengukuran Stasiun Meteorologi Sabang, curah hujan yang tercatat rata-rata 1.745 - 2.232 mm/tahun, dengan angka terendah pada bulan Maret sebesar 18 mm dan angka tertinggi pada bulan September sebesar 276 mm. Pada bulan September dan Oktober terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.


SEJARAH KOTA SABANG-NAD, REPUBLIK INDONESIA
Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut mempengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibombardir pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat Pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang penuh dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 9/MP/50. Semua aset Pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang berdasarkan UU No 10/1965 dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas.
Gagasan itu kemudian diwujudkan dan diperkuat dengan terbitnya UU No 3/1970 tentang Perdagangan Bebas Sabang dan UU No 4/1970 tentang ditetapkannya Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Dan atas alasan pembukaan Pulau Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Sabang terpaksa dimatikan berdasarkan UU No 10/1985. Kemudian pada tahun 1993 dibentuk Kerja Sama Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang membuat Sabang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi di kawasan Asia Selatan.
Pada tahun 1997 di Pantai Gapang, Sabang, berlangsung Jambore Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang diprakarsai BPPT dengan fokus kajian ingin mengembangkan kembali Sabang. Disusul kemudian pada tahun 1998 Kota Sabang dan Kecamatan Pulo Aceh dijadikan sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) yang bersama-sama KAPET lainnya.
Diresmikan oleh Presiden BJ Habibie dengan Keppes No. 171 tanggal 28 September 1998.
Era baru untuk Sabang, ketika pada tahun 2000 terjadi Pencanangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid di Sabang dengan diterbitkannya Inpres No. 2 tahun 2000 pada tanggal 22 Januari 2000. Dan kemudian diterbitkannya Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2000 tanggal 1 September 2000 selanjutnya disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.
Aktifitas Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang pada tahun 2002 mulai berdenyut dengan masuknya barang-barang dari luar negeri ke Kawasan Sabang. Tetapi pada tahun 2004 aktifitas ini terhenti karena Aceh ditetapkan sebagai Daerah Darurat Militer.
Sabang juga mengalami Gempa dan Tsunami pada tanggal 26 Desember 2004, namun karena palung-palung di Teluk Sabang yang sangat dalam mengakibatkan Sabang selamat dari tsunami. Sehingga kemudian Sabang dijadikan sebagai tempat transit Udara dan Laut yang membawa bantuan untuk korban tsunami di daratan Aceh. Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias menetapkan Sabang sebagai tempat transit untuk pengiriman material kontruksi dan lainnya yang akan dipergunakan di daratan Aceh.



ADMINISTRASI KOTA SABANG-NAD, REPUBLIK INDONESIA
Wilayah Kota Sabang terbagi menjadi dua buah kecamatan yaitu Sukakarya dan Sukajaya.
Kecamatan Sukajaya terdiri dari 10 kelurahan, yaitu Kelurahan Paya, Keuneukai, Beurawang, Jaboi, Balohan, Cot Abeuk, Cot Ba'u, Anoi Itam, Ujong Kareung, dan Ie Meulee.
Sedangkan di Kecamatan Sukakarya terdapat 8 kelurahan, yaitu Kelurahan Iboih, Batee Shok, Paya Seunara, Krueng Raya, Aneuk Laot, Kota Bawah Timur, Kota Bawah Barat, dan Kota Atas.
Kota Sabang mempunyai jumlah penduduk 26.505 jiwa, yang terdiri dari 13.579 Laki-laki dan 12.926 Perempuan. Pada kecamatan Sukajaya terdapat 12.348 jiwa, yang terdiri dari 6.385 Laki-laki dan 5.963 Perempuan. Sedangkan pada kecamatan Sukakarya terdapat 7.194 Laki-laki dan 6.963 Perempuan, sehingga total penduduk pada kecamatan ini 14.157 jiwa. (BPS, 2003).
Di wilayah Kota Sabang, terdapat beberapa kelompok etnis dimana antara satu dan yang lainnya tidak jauh berbeda baik dalam kehidupan maupun dalam berbahasa. Pola hidup pada umumnya memiliki kesamaan dengan pola hidup masyarakat Aceh di daratan.
Penduduk di wilayah ini pada umumnya bermata pencaharian dalam bidang Pertanian dan Perikanan. Kemudian diikuti dengan Buruh, Perdagangan, Jasa, Angkutan, Pegawai, dan lainnya.

FLORA DAN FAUNA KOTA SABANG-NAD, REPUBLIK INDONESIA


Seperti halnya di Sumatera, hutan di Pulau Weh sebagai daerah tropis ditumbuhi oleh tiga jenis pohon-pohonan sebagai hutan belantara yang padat. Pohon yang dominan terdiri dari batang kayu yang relatif kecil dan rimbun. Di bawah pohon-pohon ini tumbuh semak belukar, terdiri dari tumbuh-tumbuhan yang berbatang lampai dan berbagai jenis pohon menjalar.
Data hasil inventarisasi menunjukkan bahwa sepanjang jalan menuju Ujung Ba’U banyak ditemukan permudaan dari pohon Tampu, Mentaling, Ara, Gelumpang dan lain-lain. Mendekati ujung Ba’u banyak ditemukan pohon-pohon besar antara lain pohon Beringin, Asam kandis, Damar laut, Bungo, Kenari, Ketapang dan lain-lain. Sedangkan vegetasi bawah didominasi oleh jeruk hutan yang berduri dan jenis rotan.
Tumbuhan yang dibudidayakan yang paling dominan adalah kelapa, cengkeh dan sudah mulai dikembangkan kamiri dan coklat (cacao).
Fauna di pulau ini menunjukkan contoh evolusi pembentukan suatu daerah "zooglografis" tersendiri walaupun pada umunya kehidupan binatang di pulau ini mempunyai pola yang sama dengan kehidupan di pulau induknya, Sumatera.
Jenis satwa yang ada antara lain Kera (Macacus), Babi hutan (Sus vittasus), Ular sawah, Ular sendok, dan berbagai jenis burung seperti Srigunting, Celemeh, Alap-alap, Punai, But-but, Bayan Tiung yang sering terdengar suaranya, serta burung Dara Nikobar yang pada musim-musim tertentu melakukan migrasi ke Pulau Weh.
Marina fauna di sekitar Pulau Weh terdiri dari banyak spesies ikan bertulang dan bertulang rawan yang cukup menarik bagi penyelidikan Zoologis. Di dalam karang yang membentuk taman laut yang sangat indah, di kedalaman 8-10 meter terdapat ikan kecil aneka warna yang merupakan representasi marina tropis yang amat mengagumkan, terutama di taman laut Pulau Rubiah. Perpaduan antara keindahan dan kejernihan air dengan berjenis-jenis bunga karang, ahinoderma, malussca, arthopoda dan ikan kecil dengan beragam jenis bunga karang dan biota laut lainnya yang beraneka warna.

INFRASTRUKTUR KOTA SABANG-NAD, REPUBLIK INDONESIA
Infrastruktur utama yang ada di Kota Sabang saat ini adalah infrastruktur perhubungan darat yang berupa jalan. Jaringan jalan darat pada umumnya telah dapat menjangkau semua wilayah pemukiman di Kota Sabang dan daerah-daerah obyek wisata baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Saat ini Kota Sabang memiliki dua buah pelabuhan yaitu Pelabuhan Samudra (alam) di teluk Sabang dan Pelabuhan Ferry di teluk Balohan. Pelabuhan Samudra saat ini digunakan sebagai sarana Pelabuhan Bebas Sabang yang dapat dirapati oleh kapal-kapal besar dari berbagai negara.
Pelabuhan Ferry Balohan menghubungkan Pulau Weh dengan Aceh daratan dimana ada dua macam moda angkutan yaitu Kapal Ferry dan Kapal Cepat yang melakukan penyeberangan dua kali sehari ke Pelabuhan Uleleu.
Di Kota Sabang juga terdapat bandar udara Maimun Saleh, yang mempunyai jalur penerbangan utama ke bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh.

WISATA KOTA SABANG-NAD, REPUBLIK INDONESIA
Pulau Weh mempunyai keunikan dan keindahan akan kecantikan alami dan tempat-tempat sejarah. Selain daripada meriam-meriam dan benteng-benteng kuno, masih banyak lagi obyek masa lalu yang menarik. Beberapa tempat menarik adalah sebagai berikut.
Taman Laut Rubiah
Taman Laut Rubiah terletak sekitar 23,5 km sebelah barat kota Sabang, dapat dicapai melalui darat, atau sekitar 7 km dengan menggunakan perahu boat, dan terletak bersebelahan dengan desa Iboih. Pemerintah Indonesia telah menentukan daerah perairan ini, sekitar 2600 hektar sekitar pulau Rubiah sebagai daerah special nature reserve. Terletak di teluk Sabang, dimana air disini relatif tenang dan sangat jernih (25 m visibility) laut disini diisi oleh bermacam trumbu karang dan ikan bermacam warna. Dapat ditemukan gigantic clams, angel fish, school of parrot fish, lion fish, sea fans, dan banyak lagi.
Pantai IboihBagi penggemar snorkel berpengalaman, Octopus dan Stingrays dapat dilihat disini. Berjemur sinar matahari di pantai dengan pasir yang halus dan putih dapat dilakukan pada pantai yang berseberangan. Tempat ini merupakan surganya turis penggemar snorkel dan selam.Terumbu karang hanya berjarak sekitar 5 meter dari tepi pantai berpasir.
Akomodasi berupa makanan dan penginapan tersedia di desa Iboih. Iboih adalah desa kecil dimana kondisi dan layanan penduduk sangat menunjang kenyamanan dalam menikmati atraksi alam sekitar.
Hutan Wisata Iboih terletak bersebelahan dengan Taman Laut Rubiah, dengan luas sekitar 1300 hektar dan juga merupakan daerah terlindung. Hutan ini merupakan hutan hujan tropis yang masih tinggi kerapatannya tetapi selalu mengundang pengunjung untuk menikmati keindahan keasliannya. Hutan ini tempat bagi beragam binatang, banyak terdapat monyet, reptil kecil dan besar, dan burung beraneka warna termasuk burung dara Nicobar yang tidak terdapat di bagian lain Indonesia.
Pantai
Pantai di pulau Weh sangat beragam dan sangat menarik untuk dikunjungi. Pantai Kasih adalah pantai yang paling dekat dengan kota Sabang. Sekitar dua km ke arah Barat Daya terdapat pantai berbatu dengan banyak pepohonan kelapa sepanjang semenanjung. Di sepanjang semenanjung ini juga dapat ditemui beberapa peninggalan Perang Dunia II berupa benteng-benteng tempat senjata berat seperti meriam.
Pantai GapangMengikuti sepanjang pantai sekitar dua kilometer kita akan sampai di Pantai Tapak Gajah. Jika kita teruskan maka akan sampai di Pantai Sumur Tiga. Pasir putih yang halus dan air yang jernih sangat ideal untuk berenang dan snorkel. Sekitar dua kilometer dari Pantai Sumur Tiga terdapat Pantai Ujung Kareung. Disini banyak terdapat terumbu karang, ikan-ikan karang, dan juga bintang laut di dekat pantai. Pantai yang indah lainnya dapat ditemui di Gapang, yaitu pantai berpasir putih yang luas dan indah di dekat desa Iboih, arah Barat kota Sabang.
Gua Pantai
Terdapat beberapa gua alami di pantai barat Pulau Weh yang terletak berseberangan dengan Hutan Wisata Iboih. Gua-gua ini menghadap ke samudra dan dihuni bermacam burung, kelelawar, dan ular. Menjelajahi tempat ini dengan menggunakan perahu harus didampingi oleh penduduk lokal karena lokasi yang cukup sulit dijangkau, dan berbahaya, terutama antara bulan Mei dan September saat musim angin Barat. Kondisi ini sangat menantang bagi pencinta gua.


EKSEKUTIF KOTA SABANG-NAD, REPUBLIK INDONESIA


Walikota
Munawar Liza Zainal





Wakil Walikota
Islamuddin,ST

Sekretaris Daerah
Drs. Sofyan Daud





Asisten Tata Praja
Drs. Zakaria, MM

Bagian Tata Pemerintahan
Azwardi,AP.M.Si

Bagian Hukum
Sayuthi, SH

Bagian Organisasi
Junizar,SH.M.Si

Bagian Pemberdayaan Perempuan
Ainal Mardhiah, S.Sos





Asisten Ekonomi dan Pembangunan
Derryansyah Kandou, SE

Bagian Pembangunan
Andri Nourman,AP.M.Si

Bagian Perekonomian
M.Daud, SE.MM

Bagian Sosial
M.Yakob Saleh, BA

Bagian Keistimewaan Aceh
Drs.Cut Awaluddin





Asisten Adiministrasi
T. Bonjamin, SH

Bagian Kepegawaian
Irfani, S.Sos

Bagian Humas
Ikbal D, SE.

Bagian Keuangan
Faisal,SP.MM

Bagian Umum
M. Amin, SE.



Pejabat Walikota Sabang
Masa Bakti







1
H. Harun Ali
1966 - 1972

2
Oesman Effendi
1972 - 1973

3
Teuku Zaini, SH
1973 - 1976

4
Drs. M. Yusuf Walad, MBA
1976 - 1983

5
Drs. Zainuddin MARD (PLT)
1983 - 1983

6
Husein Main
1983 - 1985

7
Drs. Sulaiman Bahri (PLT)
27 Maret 1985

8
H. Soelaiman Ibrahim
1985 - 1995

9
H. Bustari Mansyur
1995 - 1999

10
Drs. Sofyan Haroen (PLT)
1999 - 2000

11
Drs. Sofyan Haroen, MBA., MM.
2000 - 2006

12
T.Yusuf, SH (PLT)
2006 - 2007

13
Munawar Liza Zainal
2007 - 2011




MONUMEN KILOMETER NOL SABANG- REPUBLIK INDONESIA

SABANG DARI UDARA, TERLIHAT DANAU ANEUK LAUT, TELUK SABANG, PULAU KLAH, PULAU RUBIAH SERTA PULAU SEULAKO.
UJUNG PULAU, TERDAPAT KILOMETER NOL, BILA MENGGUNAKAN TEROPONG TERLIHAT JUGA PULAU RONDO DI KEJAUHAN GARIS PANTAI YANG INDAH.



WASSALAM

RACHMAD YULIADI NASIR
rachmad_poltektk93 at yahoo dot com

www.sabangfreeport.blogspot.com
www.rachmadpoltektk93.blogspot.com

KILOMETER NOL (9) :FROM SABANG WITH LOVE

KILOMETER NOL (9): FROM SABANG WITH LOVE

Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA, SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM



Image hosted by Photobucket.com

DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.

: :  W E L C O M E  -  S A B A N G T o u r i s m  : :
FROM SABANG WITH LOVE
Welcome Pulau Weh ( Weh Island ) is the first island of the Indonesian archipelago, just of Banda Aceh, the capital of the province of Aceh ( Daerah Istimewa Aceh ). Long the most loved island in Sumatra, not only for its beaches, coral reefs, forests, scenery, and history, but also for its very sociable and welcoming inhabitants.

Coming to Sabang is like traveling into a different time, with its old buildings and unique atmosphere. it is also like traveling in a different world, the underwaterworld. The coral gardens of Weh are well-known for their beauty. Sabang is truly an unspoiled place, far away, but so easy to reach.
UNDERWATER PANORAMA
The under sea miracle can be found from the around sabang to the island around Weh Island. Pulau Rubiah with its coral sea garden is very famous abroad. Based on the story, there is a species of fish that you can not find in other sea garden in the world. Around the sea garden you can rent the diving and snorkelling stuffs worked by the locals.Coral Reefs Fish

For many visitors, the underwater world is the main attraction. The coral reefs are well known for their beauty. The reefs between Pulau Rubiah and Iboih; in front of Gapang; and near Lhueng Angein are great for snorkeling. There are however, many other coral reefs for more extended snorkeling holidays, even in the vicinity of the harbor bay!

Brilliantly colored fish including the coral and angel fish, the parrot fish, the putter and ballon, are easy to spot in the clear, shallow water. Large sea fans and honeymoon coral are also plentifull. Octopus and giant clams are occasional sightings. Snorkeling equipment is for rent everywhere.

Diving in Pulau Weh is really recomended, especially at the small pulau Seulako. Modern diving equipment and experienced instructors are waiting for you at Iboih. Just visit the diving centers there or in town.

Whale Sharks (up 8 meters) and Manta Rays may be the greatest attraction of the Pulau Weh underwater world. Normally in January and February, Sabang is visited by these great creatures. The harbor bay is a perfect place to join these unaggresive sea creatures for a swim!
DIVING & SNORKELING
For many visitors, the underwater world is the main attraction. The coral reefs are well known for their beauty. The reefs between Pulau Rubiah and Iboih; in front of Gapang; and near Lhueng Angein are great for snorkeling. There are however, many other coral reefs for more extended snorkeling holidays, even in the vicinity of the harbor bay!
Rubiah Under Water

Brilliantly colored fish including the coral and angel fish, the parrot fish, the putter and ballon, are easy to spot in the clear, shallow water. Large sea fans and honeymoon coral are also plentifull. Octopus and giant clams are occasional sightings.
Snorkeling equipment is for rent everywhere.

Diving in Pulau Weh is really recomended, especially at the small pulau Seulako. Modern diving equipment and experienced instructors are waiting for you at Iboih. Just visit the diving centers there or in town.

Whale Sharks (up 8 meters) and Manta Rays may be the greatest attraction of the Pulau Weh underwater world. Normally in January and February, Sabang is visited by these great creatures. The harbor bay is a perfect place to join these unaggresive sea creatures for a swim!
BEYOND THE BEACHES
Pulau Weh is a mountainous island covered partly by primary and secondary jungle and partly by plantations. The northwestern tip of Weh, north of Iboih, is covered by a dense bird and reptile-rich protected forest. The point it self is the "zero" point of Indonesia. It is here that the great wonders start.
Iboih Forest
Teluk SabangGua Sarang

Trekking and walking are recommended and there are several unusual places to visit; for example, the small volcano in the jungle behind Jaboi , the boling mud near Pria Laot , the amazing caves south of Lhueng Angein and the serene waterfall south of Pria Laot. There are four Lakes in Pulau Weh. Aneuk Laot is the largest and serves as a water reservoir for Sabang. There are many more natural treasures, just waiting to be discovered by you.
POPULAR BEACHES
There are plenty of beaches in the island of Weh , each of them with very different characters. They even change with the seasons over the year .
The beach of Iboih facing Pulau Rubiah ( Rubiah Island ) is famous for its protected sea garden with its vast array of tropical marine life. Iboih is a social and lively place, with diving facilities and a wide range of cozy bungalows clinging to the hillside overlooking the beach, the coral reefs and Pulau Rubiah.

Pantai Gapang is a quieter and more peaceful place with romantic bungalows and coral reefs rich in fish. Hawk Bill Turtles are always a safe beet when snorkeling in Gapang. It's strategically located within walking distance of both Iboih and Pantai Lhueng Angein .

The most secluded beach is Lhueng Angein ( Also wrongly called Wind Long Beach ). This beach is seasonal and just irresistible between November and June with its lovely sand, dotted with smooth rocks. There are simple accommodations in two different spots, and even a coral reef for snorkeling.

If You want to watch sunset in Weh Island, here is the righ location to enjoy the sunset slowly. Lhung Angen Beach is about 2 km from the road between Gapang and Iboih beaches. Walking through Lhung Angen Beach to the south you will see Gua Sarang (Swallow Nest Cave) which amazes the Tourists. The distance between Gua sarang to Lhung Angen Beach is about 250 M. You can stay in lhung Angen Beach in the bungalows belong to Mantaray restourant and another bungalows.
Pulau Klah
Klah Island
Iboih BeachIboih Beach
Teluk Pria Laot
Teluk Pria Laot
Sumur Tiga Beach
Sumur Tiga Beach
Fishermen's  Beach at Imeule
Fishermen`s Boat at Imeule Beach
TOURISM INFORMATION

Tourism Centre of Sabang
Sabang Tourism Office ( Dinas Pariwisata Sabang )
Address : Jl.Diponegoro No.19
Sabang - Indonesia
Telp : 62-652-22208

How To Reach Sabang
Sabang is another world, but so easy to reach. Banda Aceh, the capital of Aceh, and the taking off point for Weh, has direct flight connections from Penang and Kuala Lumpur in Malaysia and from Medan and many major cities in Indonesia. For overland traveling there are modern non-stop night buses from Medan and sample connections from other directtions, for example, the scenic west and south coasts of Aceh or the central higlands of aceh and Gunung Leuser National Park.
From Banda Aceh there are frequent minibuses to nearby Krueng Raya harbor where you can catch a ferry for two hour ride to the horbor of Balohan in Pulau Weh. From Balohan you take one of the waiting minibuses or taxis to Sabang town and onward in a pick-up truck to any of the popular beaches and their accommodations.

GOING AROUND THE ISLAND

Going around the island of Weh on bicycle is a breath-taking experience, not only for the steep hills, but also for the spectacular scenery. Motor bikes or cars also available for faster and less exhausting travel. These facilities can be rented from townspeople. If you prefer taking local transportation, pick-up trucks ply the main destinations of the island, especially between the town and the beach resorts.
ACCOMMODATIONS AND FOOD

In the beaches of Iboih, Gapang and Lhueng Angein you will find your ideal bungalow at a very reasonable cost, either right on the beach or a bit up the hillside with a grand view over Sabang Bay or the Indian Ocean. Iboih has more bungalows with an attached bathroom. Gapang has good bungalows and hotel, has a more tranquil atmosphere. The most secluded beach of Lhueng Angein has two resorts with different standards. Inexpensive and delicious meals are served at each of the beach locaations. The town of Sabang offers four losmens ( small hotels ), from very basic to standard. They are all conveniently located in the town center.

Accomodations:

There are some places to saty in this beautiful island (Sabang):
1. Samudra Hotel
2. Sabang Meurauke Losmen
3. Irma Losmen
4. Holiday Losmen
5. Pulau Jaya Losmen
6. Pantai Kasih Guest House

There are some other Bungalows in Iboih which managed by local people themselves.
They are:
1 .Mama bungalow.
2. Fatima bungalow
3. O’ong bungalow
4. Etc.
At Lhung Angen: There are Mantaray Bungalow and Restourant
At Gapang: There are some cottages built by local goverment and manage particularly, The fasilities are: Meeting room and tera restourant. The rooms are full of air conditioner, shortly the facilities are very complete.
Dive Centre: Iboih beach has rental diving equipments that run perfectly by rubiah tirta diver. This bussiness is also can get other informetions at stingray dive centre, and other centre nemed is Lumba-lumba (Dolphin) Centre in Gapang. It is runned by the foreigner.

>>Stingray Dive Centre
Address : Jl.Teuku Umar No.3
Sabang-Indonesia
Telp: 62-652-21265
Fax : 62-652-21333

>>Dolphine Dive Centre
Address : Gapang Beach Sabang - Indonesia
Transportations: The transportions on this weh island is limited to reach each distination (touris area) some people have to walk, some use motor bike, Cars and Boat Charter. It depend on the object you want to visit, but for these who likes challanging it is interesting.
The Tranquil Gapang
The Seceluded Lhueng Angein
Cottages At Gapang
HISTORY

"Weh"
is Acehnese word and means "to separate" or "away from". in the beginning of the last century, weh was discovered by the Europeans. In 1819 Sir Stamford Raffles wrote: "There is a fine harbor on the northern side of Pulau Weh, the best in the Acehnese dominions and until this period unknown to Europeans."

This part of the town in Sabang is very picturesque with all its colonial homes where once the dutch live in grandeur. To feel history and bygone times is very easy in sabang. Not only the old office buildings and colonial residences give a special character to Sabang, but also the huge shady trees that were imported from South America and planted in beginning of this century.

Heritage of Sabang

Heritage of Sabang

When Weh Island was settled by Japan in 1942 many bunkers were built here. They were built in very strategic and beautiful places. One of the bunkers which is visited by many Tourists is the one in Anoi Itam and the biggest one is in Cot Ba'u. In this bunker you can see to all directions. This bunker was used by Japanese to watch the enemies who came in to Sabang Bay. The Scenery around this bunker is very beautiful but not so many people know it.
WASSALAM
RACHMAD YULIADI NASIR
rachmad_poltektk93 at yahoo dot com

www.sabangfreeport.blogspot.com
www.rachmadpoltektk93.blogspot.com